Dari perspektif visual, temperatur warna yang berbeda akan membawa efek yang sangat berbeda. Cahaya putih hangat (2700K - 3500K) dapat menciptakan suasana hangat dan nyaman, seperti cahaya bulan yang lembut, menambah rasa romantis dan ketenangan pada taman, halaman dan tempat lainnya, memungkinkan orang merasakan hangatnya rumah di luar ruangan. Cahaya putih murni (4500K - 5500K) mendekati cahaya alami, terang dan nyaman. Dalam pemandangan seperti penerangan jalan dan penerangan persegi, hal ini dapat memberikan efek visual yang jelas, memungkinkan orang untuk melihat dengan jelas lingkungan sekitar dan benda-benda, serta memastikan keselamatan perjalanan. Cahaya putih dingin (5700K - 6500K ke atas) berwarna kebiruan, memberikan perasaan cerah dan menyegarkan bagi orang-orang. Sangat cocok untuk lingkungan luar ruangan yang perlu mengedepankan modernitas dan teknologi, seperti penerangan fasad bangunan modern, lampu jalan di taman sains dan teknologi, dll., namun jika digunakan secara tidak tepat dapat menimbulkan kesan menyilaukan.
Dari segi ekologi, suhu warna juga mempunyai pengaruh penting. Misalnya, cahaya putih hangat dengan suhu warna yang lebih rendah relatif kurang menarik bagi serangga, sehingga membantu mengurangi gangguan terhadap ekologi serangga dan melindungi serangga nokturnal serta organisme lain yang bergantung padanya. Cahaya putih dingin dengan suhu warna yang tinggi dapat menarik sejumlah besar serangga untuk berkumpul, mempengaruhi kebiasaan hidup normal mereka, dan bahkan mungkin berdampak buruk pada reproduksi beberapa serangga. Pada saat yang sama, bagi tumbuhan, cahaya dengan suhu warna yang berbeda juga akan mempengaruhi fotosintesis dan ritme pertumbuhannya sampai batas tertentu.
Selain itu, penyesuaian suhu warna juga terkait dengan pemanfaatan energi dan perlindungan lingkungan. Sesuai dengan persyaratan lingkungan dan periode waktu yang berbeda, suhu warna Lampu luar ruangan LED dapat disesuaikan secara wajar untuk mengurangi konsumsi energi sekaligus memastikan efek pencahayaan. Misalnya, di tengah malam, menurunkan suhu warna lampu jalan secara tepat tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan penerangan dasar, tetapi juga mengurangi pemborosan energi yang tidak perlu, sehingga mengurangi emisi karbon dan berkontribusi terhadap perlindungan lingkungan.












